Minggu, 01 November 2009

Bangunlah INDONESIA (ku)

(menjelang ba'da Maghrib)  , terlintas hati tuk berceloteh tentang Indonesia. Kemajuan perekonomian yang lamban adalah sebuah fenomena aktual yang perlu direnungi lebih dalam. Mengapa negri yang kaya akan sumber daya alam kerap kali konsisten melahirkan banyak pengangguran (terdidik) dan dengan awetnya melestarikan kemiskinan !


Apa yang salah dengan Indonesia(ku) ? Apakah pengalaman panjang menjadi bangsa terjajah  tidak memberi satu energi gigantik yang dapat memecut diri membalikkan peranan menjadi sekelompok masyarakat pemimpin  memenuhi  kodrat yang manusiawi? Akankah gerangan mimpi dalam ikrar nan mulia untuk menjadi 'Mercu Suar Dunia'  dapat terwujudkan kiranya? 


Jika menengok selintas ke belakang , katakanlah kilas balik pada masa kejayaan kerajaan hindu & budha maupun islam ,  tradisi menjajah manusia lemah sudah menjadi  budaya turunan. Pengusaha (pemimpin) mewajibkan rakyat (yang relatif inferior) membayar upeti rutin secara berkala. Dan terbentuklah kelas-kelas sosial didalam masyarakat berdasarkan seleksi jenjang kemampuan ekonomi.  Rakyat melakukan usaha tani , tambang , berkebun , berburu , beternak dan berdagang guna menggulirkan kehidupan mengikuti arus perputaran roda zaman. Dari persprektif konflik , bila tidak berhasil menciptakan perdamaian dalam kancah diplomasi , maka aksi perang pun pasti dihalalkan yang oleh sebagian kaum dianggap sebagai cara bertahan terbaik dengan tujuan meluaskan daerah dan kekuasaan demi menularkan pengaruh paham , cara pandang , cara hidup-bermasyarakat ,  idealisme dan -isme isme lainnya kepada sekelompok individu tertentu yang pada gilirannya dengan serta-merta menguasai wilayah dan harta buah  agresi.


Manusia mudah sekali terjerat jatuh dalam ketidakarifan manakala menyikapi kondisi alam saat berinteraksi dengan kepentingan makhluk hidup lainnya. Ketidakseimbangan yang berujung  pada ketidakharmonisan antar komposisi inti dari :  manusia , tumbuhan , hewan dan alam lingkungan -  selalu bisa dipastikan berakhir dengan kata ,  BENCANA !


Sejarah mencatat , setelah melewati pudarnya masa kerajaan , tanah subur nan kaya - Indonesia tak pernah sepi  dari  rebutan manusia-manusia picik sepanjang masa. Dieksploitasilah kekayaan negri ini dengan semena-mena. Bangsa luar yang notabene digjaya secara IPTEK , pakar manajemen , yang tak jarang pula disempurnakan dengan ancaman pongah kemiliteran atau embargo dengan asik dan santainya bermain-main lagi mendikte ranah bumi pertiwi. Sekalipun kemerdekaan telah dapat diraih namun sejatinya bangsa Indonesia belum bersatu secara holistik. Penyakit moral dan akhlak yang kurang baik seakan telah mendarah daging dan begitu akutnya terwarisi dengan subur. Kini bahkan sesama anak bangsa tak malu secara sadar asik  bersibuk ria saling sikut dan  berkoalisi sekedar untuk memperkaya diri dan segelintir golongan kecil imperium mini mereka. Runtuhlah cita-cita mulia menjadikan negri ini surga di tanah merdeka.  


Sinergi yang murni akan melahirkan produktivitas tinggi , bekerja dalam sistem yang efektif lagi efisien dimana berorientasi akan  kualitas yang berkesinambungan. Sepatutnya inilah koridor yang patut ditempuh bangsa Indonesia untuk kembali ke jalan yang benar. Dimulai dengan mengidentifikasi serta menginventarisir berbagai macam sumber daya dan kekayaan negri tercinta. Dilanjutkan dengan mengkaryakan manusia-manusia Indonesia cerdas lagi kompeten sehubungan upaya memproduksi segala macam kebutuhan barang dan jasa dalam negri menuju proses mandiri sehingga dapat  berangsur-angsur  mengurangi limitasi ketergantungan atas dominasi asing. 


Bertumpu pada kaki sendiri dengan semangat dan artian mandiri bukanlah lantas bersebrangan apalagi menutup diri dalam  konteks globalisasi. Upaya mengoptimalkan pemanfaakan sumber daya alam  untuk dikelola oleh sumber daya manusia Indonesia merupakan langkah yang bijak dan strategis. 


(bab I)



point yang berkeliaran diotak :

* Telusuri  keadaan 'Indonesia' sejak zaman kerajaan (Tahun 1300-1500) :

- Pelajari bagaimana sistem perekonomian berjalan : perkembangan alat tukar ,  masalah pengangguran dan kemiskinan.

- Eksisnya beberapa kerajaan : Perang dengan berbagai latar alasannya serta  bentuk penjajahan / penindasan. Efek kepada sikap mental dan perilaku masyarakat.

* Telusuri  keadaan 'Indonesia' sejak zaman penjajahan (Tahun 1500-1900) :

source

http://sukasejarah.org/index.php?topic=28.msg546#new

http://www.scribd.com/doc/13170966/Epitomae-Irisan-Sejarah-Indonesia-Nusantara-Dan-Dunia



 

Rabu, 20 Mei 2009

Sekelumit untaian pemikiran yang belum terurai (on progress)

Begitu maraknya keaneka ragaman bentuk perbedaan hadir di dunia fana ini. Tak dipungkiri adanya sekelompok kecil manusia berupaya teguh mencari jati diri kemanusiaan dengan mencoba memahami awal mula kehidupan walau dengan keterbatasan jangkauan akal yang dimilikinya. Lalu , Bagaimanakah awal muasal kehidupan ? Berbagai macam teori telah mengemuka – baik itu berlandaskan ilmu pengetahuan maupun dari sudut pandang keagamaan.

Apakah keagungan komplekstitas kehidupan ini terjadi dengan begitu saja tanpa didasari oleh tindakan sadar dari suatu sumber agung yang Maha Besar ? Sebuah pandangan telah lahir lalu hidup dengan memberikan argumentasi bahwa ihwal awal kehidupan terjadi melalui suatu proses interaksi antar zat yang kemudian akan menghasilkan suatu zat baru yang lebih tinggi untuk berkembang (berevolusi). Niscaya pendapat ini mengesampingkan eksis nya sang Arsitek Agung dengan segala Kuasa yang dimiliki Nya – yang dalam satu istilah tertentu lebih dikenal dengan sebutan ‘Tuhan’ – Allah – Dzat Ilahiah.

Tengok kemudian renungkanlah betapa luas alam semesta berikut galaksi serta bentangan Andromeda tercipta. Yang sangat mencengangkan sekaligus mengesankan bahwasanya seluruh kejadian tersebut berjalan mengikuti sebuah aturan tak kasat mata namun dapat dipahami bagi makhluk yang mau berfikir !

Bumi yang ditinggali – terkait dengan segala macam intrik serta polemic kehidupan di dalamnya hanyalah sebahagian kecil dari segenap lingkup kungkungan keagungan semesta. Di tanah ini manusia kerap bergumul antar sesamanya sekedar untuk terlena demi tujuan singkat menumpuk-numpuk harta , meraih kekuasaan dicandui silaunya kehormatan yang suatu saat pasti lah akan memudar !

Keabadian semu menjadi perangkap maut kehidupan ! Berjuta-juta manusia hanyut tak terselamatkan terbawa dahsyatnya arus yang memabukkan ini. Singkronisasi Hati dan akal adalah sebuah kemewahan ekslusif yang hanya mampu dimiliki segelintir makhluk tercerahkan. Sayangnya , peran yang mereka lakoni bagaikan buih –buih tak berdaya ketika bersinggungan menandingi kezaliman zaman ! Betapa menakutkannya keangkuhan dan kepicikan hati manusia ! Jiwa-jiwa kerdil beranak-pinak membabi buta menggelincirkan manis dan indahnya kehidupan yang hakiki. Kinilah masa dimana ambiguitas cenderung memerangi kesadaran murni manusiawi !

(1)

Senin, 29 Desember 2008

tahun baru (kata kebanyakan mereka)

29 desember 2008 bertepatan dengan tahun baru 1 Muharam 1430 Hijriah dan juga 1 suro 1942. Kemudian tak lama lagi akan disusul dengan Tahun Baru 2009.Terlalu naif untuk merasa bangga jika menimang perjalanan perkembangan bangsa dan negara ini.

Sejak zaman kerajaan maupun penjajahan hingga menjadi negri yang merdeka - negara ini tetap saja belum bisa bangkit menuju era kecemerlangan. Kekayaan sumber daya alam hanya menjadi rebutan sekelompok manusia pemuja kekayaan semu yang tidak bersimpati terhadap kemaslahatan majemuk.

Sedih mengetahui sulitnya memiliki manusia-manusia hebat yang sejatinya mengerti akan nilai-nilai kemanusiaan sebagai makhluk tuhan yang bermartabat tinggi lagi mulia. Selalu saja terbuka lebar ruang untuk korupsi memperkaya diri , eksploitasi alam dan manusia lemah lainnya. Keberadaan akal hanya digunakan untuk persaingan picik , licik yang tak jarang mengenaskan.

Ribuan , jutaan trilyun rupiah telah banyak dihabiskan , dihamburkan hanya untuk pembangunan dangkal tanpa berorientasi jauh ke depan.

Tak sedikit yang menggantungkan harap dan doa pada sela hari pergantian tahun ini. Untuk kebaikan adalah nada yang mereka panjatkan.

Seharapnyalah akan ada sekelompok kecil umat manusia dengan konsep dan sumber daya komprehensif untuk mulai menata kehidupan mendekati surga dalam segenap aspek kehidupan - selayaknyalah komunitas itu berkembang lagi beranak pinak menjadikan ranah ini ranah yang agung , mulia lagi mempesona.

Sebagai penutup , mengutip kehormatan kata dari Al Ghazali :

' Yang jauh itu waktu , yang dekat itu mati , yang besar itu nafsu , yang berat itu amanah , yang mudah itu berbuat dosa , yang panjang itu amal shalih , yang indah itu saling memaafkan.'

Sabtu, 22 November 2008

Manusia Pilihan ? [Kemampuan Yang Mempesona] - (draft kasar - belum diedit)

Siang ini , Sabtu - 22 november 2008 dari pukul 13 hingga pukul 15 saya kembali berceloteh dengan salah satu kawan lama yang memiliki 'kelebihan'. Sebuah kemampuan untuk melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Sayangnya seringkali kejadian yang ia lihat bukanlah berita baik (menggembirakan).

Ketika ia asik bercerita tentang salah seorang tokoh di desanya yang dipercayai cukup 'sasmita' - lantas datanglah ide serta keinginan di benak saya untuk nge-blog tentang fenomena ini - yang sedikit banyak memiliki korelasi dengan postingan lama saya di blog lain dengan judul 'Dunia Yang Retak'.

Awal kata - sebutlah , Pak Haji ini dengan inisial M. Adapun yang membuat saya terkesan - ternyata beliau ini cerdas secara akademik ditilik dari beberapa bidang pendidikan kesarjanaan yang telah beliau tempuh. Apakah beliau memiliki orang tua yang berada ? sehingga mampu membiayai pendidikan lintas bidang beliau atau mungkinkah beliau dikarunia kebersihan hati dan kemurnian akal sehingga memudahkan beliau dalam menalar keilmuan duniawi dan spiritual (futuristik) ? Perlulah kiranya untuk dikonfirmasi.

Keberhasilan (kesejahteraan) ekonomi yang tengah dinikmatinya kini saya asumsikan bukanlah hasil dari 'service' konsultasi maupun pemberian layanan kesehatan alternatif yang beliau berikan terhadap orang-orang yang mengunjunginya.

Ada cukup ruang terbuka untuk percaya dari bilik hati saya sekenaan dengan orang-orang yang memiliki kelebihan khusus / dikaruniai 'hadiah' istimewa dari Dzat Penggengam hidup.

Berikut adalah sekelumit pemikiran saya yang dangkal :

(1) Dzat Yang Maha Agung adalah Tuhan Yang Maha Adil. Ia akan memberitahukan terlebih dahulu kiranya kebenaran / Bencana yang akan ditimpakanNYA kepada manusia sehubungan dengan kerusakan-kerusakan yang telah ditimbukan akibat perbuatan kaki tangan manusia-manusia zalim baik itu kebiadaban yang dilakukan terhadap sesama manusia , terhadap alam lingkungan maupun terhadap mahluk Tuhan lainnya (hewan , tumbuhan , dll). Sejak zaman nabi & rasul berabad-abad dahulu - tak kan lah Tuhan menimpakan azab dan bencana kepada manusia tanpa ada peringatan / pemberitahuan sebelumnya. Begitu pula mengenai dibukanya setelungkup rahasia langit mengenai kejadian-kejadian yang akan datang. (Perantara berita)

(2) Kelebihan yang dikaruniai Tuhan atas manusia berhati suci lagi mulia merupakan sebuah tanda eksisnya kekuasaan Tuhan. Dan perlu kalian Ketahuilah kiranya wahai jiwa-jiwa yang tenang.......... bahwasanya Ia dan hanyalah DIa Dzat Yang Maha Akbar dengan kekuasaan yang luas membentang di seantero jagad semesta. Apatah Keajaiban nyata yang kalian saksikan langsung dengan mata kepala dan panca indera hanyalah merupakan segelintir kecil dari kekuasaanNYA yang tak terbatas dimana pada satu titik berfungsi untuk membukakan hati manusia- para pencari kebenaran Hakiki. Sepantasnyalah Bagi jiwa yang senantiasa bersungguh mencari 'kebenaran' - maka 'kelebihan' yang dititipkan Tuhan pada manusia terpilih ini dapat menunjukkan jalan awal kebenaran yang akan dapat membimbing pula umat manusia nantinya untuk condong berbuat banyak kebajikan di muka bumi dan menjauhi segala macam bentuk kejahatan , kecurangan , kezaliman lagi kebiadaban. Ringkas kata , poin yang ke dua ini merupakan bukti kekuasaan Tuhan bagi kaum yang mau berfikir !

(3) Eksisnya manusia-manusia spesial ini walau hanya dalam bilangan kecil akan menjadi penyeimbang guna mengenapi 2 kubu / kutub yang kerap bertentangan lagi bersebrangan hingga akhir zaman : Kebaikan vs Kejahatan.

Bangsa Barat memiliki konsep INCOGNITO yang berupaya menjelaskan keberadaan sekelompok orang dengan kemampuan supranatural. Sayangnya saya tidak memiliki cukup literatur dan referensi guna memperkaya serta memperdalam penelusuran ulasan yang lebih dalam .


Kembali kepada konteks pembicaraan tentang Mr. M ini , teman saya lalu melanjutkan cerita bahwa setiap tanggal 1 suro tiap tahunnya diadakanlah diskusi khusus dengan hasil akhir sebuah penerawangan tentang apa yang akan terjadi di tahun depan (2009).


Tak sedikit berita-berita miring yang telah dikeluarkan oleh mereka yang mampu 'melihat' ke depan bahwasanya tahun 2009 kehidupan akan menjadi jauh lebih keras. Bencana akan meningkat. Sebuah pesan tersirat yang dikandung agar manusia lebih mawas diri , perbanyak berbuat kebaikan , lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan mengikuti aturan serta menjauhi larangan NYA agar dapat selamat kiranya pun diselamatkan dari potensi ancaman yang akan terjadi. Bukan saya bermaksud untuk menakut-nakuti apatahlagi menerima mentah-mentah prediksi / hasil 'penglihatan' ini begitu saja.

Jika dinalar lebih jauh saya pikir cukup rasional lah informasi yang dikuak walau tidak secara mendetil , misalkan krisis ekonomi yang sedang meradang dunia. Dari segi politik Pemilihan Presiden Indonesia yang ke TUJUH. Pemanasan global yang kian parah. Ekspolarasi hasil bumi yang semakin intensif tanpa upaya perbaikan (konservasi) yang seimbang. Degradasi moral dan akhlak manusia yang kian memprihatinkan....dsb nya...Sampai sejauh mana eskalasi dampak negatif yang akan timbul serta kapan pastinya tetap menjadi sebuah misteri yang tak dapat dijabarkan dengan pasti.

Hanya saja proses menuju ke arah sana sudah dan tengah berjalan....Apa yang saya paparkan di atas merupakan hasil penerawangan untuk saat (tahun) ini , yaitu Tahun 2008. Kemungkinan besar tahun 2009 tak kan jauh berbeda atau bahkan mungkin lebih mengerikan...so mari menunggu update info terbarunya ;)

Terlepas dari output positif / negatif penerawangan masa yang akan datang , sebenarnya garis merah yang ingin saya kemukakan pada postingan kali ini tak lain mengenai eksistensi dari manusia-manusia pilihan ini. Apakah mereka benar-benar ada ?


Saya pribadi lebih tertarik untuk menyikapi secara kritis karena haus akan pengetahuan lebih jauh terhadap kelebihan yang dimiliki manusia-manusia pilihan ini. Apakah kelebihan itu datang dengan sendirinya (kejadian) ataukah melalui suatu perjuangan yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak ? Pastinya akan terhimpun banyak cerita yang berbeda.

Akankah kelebihan yang mereka miliki lantas menjadi garis hidup mereka ? Yang akan terus mereka jalani hingga takdir memanggil. Lantas kegembiraan / beban macam apakah yang mereka tanggung?

Ukuran yang saya terapkan sejauh ini untuk menilai adalah - bilasanya 'kelebihan' yang dimiliki manusia-manusia pilihan tersebut terefleksikan dalam sikap hidup yang positif , ringan tangan , rendah hati , penuh dengan kehangatan , kebijaksanaan , suci maka saya cukup yakin seyakin-yakinnya bahwasanya mereka adalah memang manusia-manusia pilihan Tuhan Yang Maha Agung. Dan niscaya hidup mereka memiliki misi yang mulia dan bukanlah merupakan suatu pekerjaan yang ringan. Karena mereka akan kerap dituntut untuk terus berbuat kebaikan.

Akhir kata , fenomena ini akan tetap menjadi sebuah ketertarikan tersendiri bagi saya pribadi untuk tetap mengkritisi dan kian menyemangati bereksplorasi lebih jauh guna memuasi rasa dahaga saya yang teramat dalam. Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan dengan istilah 'Para Penambal' di 'Dunia Yang retak'.

salam,
res

Rabu, 29 Oktober 2008

Implementasi Ekonomi Terpadu dalam Lingkup Komunitas Mikro [Suatu Pendekatan / Tinjauan] - On Progress

Sebuah renungan tersibak dini hari manakala aku mencoba untuk memikirkan 'mini project' untuk implementasi ilmu ekonomi. Pemikiran ini kemudian mengarahkanku kepada 'sebuah komunitas kecil' terlebih dahulu untuk melakukan observasi , lalu melakukan praktek manajemen ekonomi yang tepat - guna mengukur keberhasilan maupun kelemahan yang berpotensi tercipta.


Tujuan Besar : Menciptakan / Meningkatkan Kesejahteraan Para Pelaku Ekonomi dalam Proyek Komunitas Mandiri

Jangka Waktu Pengelolaan / Pengembangan Komunitas : 3 - 6 - 12 Bulan


Kegiatan :
- Mengidentifikasi dan mengukur aktivitas-aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu komunitas
- Mengidentifikasi serta mengembangkan kegiatan ekonomi bernilai tinggi
- Membuat Model Ekonomi Komunitas
- Mengetahui serta mengelola Tingkat Ouput (Barang & Jasa) , inflasi , uang beredar (jika dimungkinkan) dalam satuan waktu tertentu
- Membentuk pilar-pilar ekonomi untuk menjaga kesinambungan perekonomian komunitas
- Mengetahui Tingkat Konsumsi , Tabungan , Investasi komunitas
- Mengidentifikasi & mengelola lalu lintas perdagangan (interaksi ekonomi) dengan komunitas luar


Perhatian Tambahan Terhadap Peningkatan Kualitas Anggota Komunitas :
- Karakterisitik / Komposisi Warga Komunitas (Demografi)
- Pendidikan
- Peningkatan Skill Berbasis Kompetensi

Budget : 1 - 10 - 20 Miliar (Billion Rupiah)


Hasil Kongkrit yang ingin dicapai : Kemakmuran , Kesejahteraan , Keadilan dan Pemerataan serta melahirkan komunitas ekonomi mandiri bersandarkan kompetensi output .

====

(bersambung)

Selasa, 28 Oktober 2008

Rangkuman Masalah Ekonomi

Banyak postingan berupa email maupun blog sehubungan masalah ekonomi Indonesia yang telah aku baca seminggu ini. Menilik dari kualitas opini serta dalam dan cantiknya pemikiran yang mereka kemukakan patut berbanggalah diriku terhadap manusia Indonesia yang ternyata tak kalah cerdas lagi brilian dengan bangsa asing.

Ada yang berangkat dari semangat nasionalisme pun ideologi (pandangan hidup).

Ilmu Ekonomi kian dinamis bersanding dengan pengembangan evolusi manusia kekinian !


Sejauh ini masalah / isu ekonomi yang kuat mencuat adalah :
- Inflasi (Kenaikan harga barang & jasa)
- Pengangguran (Kemampuan penduduk untuk memperoleh pendapatan)
- Tingkat Suku Bunga (Berkaitan dengan biaya modal usaha , Tabungan serta Investasi)
- Kurs (Terjalinnya Hubungan Ekonomi dengan Luar Negri)
- Cadangan Devisa (Alternatif : US Dolar , Emas , Alat transaksi yang disepakati lainnya)
- Hutang (Pemerintah , Korporasi , Individu / Rumah Tangga)
- Jumlah Uang Beredar (Fungsi Perbankan)
- Kesenjangan (Terutama Pendapatan)
- Perdagangan (Ekspor-Impor , Tarif & Kuota , Paket Kebijakan dll)



Para pelaku ekonomi semakin bertambuh tumbuh meluas akibat berkembangnya sektor finansial.


Beberapa hari yang lalu aku sempat berpraduga , permasalahan yang paling mendasar utama ekonomi sejak awal (selagi perekonomian masih teramat sederhana - namun sudah memakai uang sebagai alat transaksi) timbul dari sisi moneter.

Kini zaman terus berkembang dari semula permasalahan moneter lalu berkembang menjadi finansial (investasi) , permasalahan akan semakin kompleks dan rumit bila sistem ekonomi yang berlaku tidak memberikan perhatian penuh kepada asas keadilan , pemerataan dan dilandasi dengan moral yang baik !

Kerakusan yang membabi buta menjadi biang kerok rusaknya praktek ekonomi manusia.

Kesinambungan hidup dari para ciptaan Tuhan ; alam , manusia , hewan serta tumbuhan telah dinodai dengan sadar oleh manusia dengan maksud dan tujuan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih sempit.

Ada yang salah dalam memandang penciptaan kesejahteraan secara kolektif !


Bila belum terbuka cara pandang yang holistik ini , maka ekonomi akan menjadi pincang dimana kerap melahirkan potensi kerawanan-kerawanan baru.


-res-

The Post Hoc Fallacy & The Fallacy of Composition

Ketika membaca kembali buku referensi kuliah dulu 'Makro Ekonomi - Samuelson & Nordhaus Edisi 14' , cukup lama saya tertarik pada sub topik Perangkap dalam Pemikiran Ekonomi , tepatnya pada isu Kekeliruan Post Hoc (Post Hoc Fallacy ) dan Kekeliruan Komposisi (Fallacy of Composition).


Cukup menggoda menggunakan ke dua istilah ini dalam konteks yang lebih luas (non ekonomi) ;)


Dalam karya asli (buku bukan terjemahan) 'Economics , Seventeenth Edition' disana ditulis tentang The Post Hoc Fallacy & The Fallacy of Composition , sbb :


The Post Hoc Fallacy

The first fallacy involves the inference of causality.

The post hoc fallacy occurs when we assume that , because one event occured before another event , the first even caused the second event. (page 5)

Fakta bahwa peristiwa A terjadi sebelum peristiwa B tidaklah lantas berarti membuktikan bahwa peristiwa A menyebabkan peristiwa B.


---> Jika Peristiwa A terjadi lebih dahulu dari peristiwa B (Peristiwa A mendahului Peristiwa B). Janganlah lantas kemudian dengan cepatnya lalu kita TARIK kesimpulan bahwasanya terjadinya peristiwa B disebabkan oleh Peristiwa A.

Sangat terbuka kemungkinan akan eksisnya faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi terjadinya peristiwa B yang mungkin lepas dari perhatian sadar kita.


Menyimpulkan bahwa 'setelah peristiwa' menunjukkan 'akibat peristiwa' adalah suatu kekeliruan post hoc.
(terjemahan , hal :7)


Bahasa gampangnya : setelah ini.....pasti deh ini..... (hati-hati ngawur ketika kita berada dalam lingkup ekonomi ;)


Pelajaran penting dari poin ini adalah jangan terlalu gegabah dalam menarik suatu kesimpulan ekonomi !


Sebagai sentilan ringan , mungkin sebagian dari kita pernah bersinggungan tentang premis mayor & minor. Khususnya bagi mereka yang telah atau sedang mempelajari bahan-bahan Tes Potensi Akademik (TPA) - penarikan kesimpulan yang dilakukan secara logika , boleh lah dikata bebas dari kesalahan post hoc ini ;)


Dari perspektif tertentu akan cukup menariklah kiranya mendiskusikan istilah Kekeliruan Post Hoc (The Post Hoc Fallacy ), baik dalam lingkup ekonomi khususnya maupun non ekonomi secara general ;p




Kemudian Perangkap dalam Pemikiran Ekonomi lainnya Yang Cukup penting Untuk Diketahui serta Dipahami Adalah Kekeliruan Komposisi (Fallacy of Composition).



The Fallacy Of Composition

Sometimes we assume that what holds true for part of a system also holds true for the whole.

In economics , however , we often find that the whole is different from the sum of the parts.

when you assume that what is true for the part is also true for the whole , you are commiting the fallacy of composition. (page 6)


Kekeliruan Komposisi (Fallacy Of Composition) terjadi bila sesuatu yang benar untuk sebagian dianggap juga benar pada keseluruhan.
(terjemahan , hal :7)



Adanya 2 macam potensi kekeliruan yang mungkin saja dilakukan sehubungan dengan terjadinya ketidakakuratan hasil analisa / kekeliruan penarikan kesimpulan atas fenomena ekonomi yang sedang marak (trend) - paling tidak memberikan penikmat serta pemerhati ilmu ekonomi sebuah wacana sehingga dapat membuatnya lebih berhati-hati serta berpandangan luas dengan tujuan menghasilkan daya pikir ekonomi yang kian berkualitas !
 
Who links to me?